Ivan Carlos Franca Coelho
Ivan Carlos tengah berduel dengan eks bek Persija Jakarta, Willian Pacheco.
Ivan Carlos, Jaminan Sekaligus Bumerang Lini Depan Persija
Kamis, 04 Januari 2018 | 10:57     2444 Kali

Jacatra.net - Mei 2017 lalu, Jacatra.net berkesempatan mengikuti partai away Persija Jakarta melawan Persela Lamongan di Stadion Surajaya. Laga itu kemudian dimenangkan oleh tuan rumah dengan skor 1-0.

Gol semata wayang tim berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut dibuat oleh penyerang asal Brasil, Ivan Carlos Franca Coelho. Tujuh bulan kemudian, sang pemain justru selangkah lagi bergabung dengan Persija.

Pepatah yang berbunyi "Jika Anda tidak bisa mengalahkan mereka, maka belilah mereka" cukup menggambarkan proses pendekatan Persija dengan Carlos. Dengan membajak Carlos, Macan Kemayoran dapat menggaransi dua hal. Ketajaman lini depan serta meminimalisir kepanikan barisan belakang.

Cuaca Stadion Surajaya saat itu tengah terik-teriknya. Waktu telah memasuki pukul 13:00 WIB pada Rabu (10/5/2017), saat Jacatra.net tiba di venue angker milik Laskar Joko Tingkir, julukan Persela tersebut.

Macan Kemayoran datang ke Lamongan bermodalkan nihil poin dari tiga partai teraktual. Krisis kepercayaan diri tengah melanda armada Stefano Cugurra Teco. Apalagi pada empat partai awal Liga 1, Persija menderita tiga kali kalah dan sekali menang.

Terjerembab di papan bawah, Persija harus menantang Persela yang saat itu sedang ingin bangkit setelah menerima kekalahan dua kali beruntun. Jadilah Macan Kemayoran tumbal pelampiasan Ivan Carlos dan kawan-kawan.

Duet barisan belakang Persija yang dihuni oleh Willian Pacheco dan Gunawan Dwi Cahyo kurang lihai dalam menjaga kegesitan Carlos. Postur tinggi nan menjulang Carlos membuat sang bomber dengan mudah mengelabui duet bek Macan Kemayoran.

Puncaknya terjadi di menit ke-31. Kesalahan Pacheco dalam memotong bola liar berhasil dimanfaatkan oleh Carlos. Tanpa ampun, tendangan keras bomber plontos itu menggetarkan gawang Andritany Ardhiyasa.

Sesaat sebelum terjadinya gol, Komisaris Utama Persija, Ferry Paulus sempat mengutarakan kekhawatirannya terhadap keganasan Carlos. Mengamati dari tribun VIP, Ferry berbicara kepada Jacatra.net bahwa Carlos harus dijaga ekstra ketat.

Dugaan pria yang karib dipanggil FP itu benar. Selang beberapa menit kemudian, Carlos menunjukkan nalurinya sebagai seorang striker mematikan di kotak penalti lawan.

Beberapa pertandingan setelah melawan Persija, performa Carlos mulai meredup. Banyak hal jadi penyebab. Mulai dari tingkah laku buruk di atas lapangan, keretakan hubungan dengan pelatih, hingga cedera.

Sebagai seorang striker, Carlos bahkan sampai mengoleksi delapan kartu kuning plus selembar kartu merah. Itu merupakan tindak lanjut dari attitude-nya yang buruk selama pertandingan berlangsung.

Padahal, Carlos sangat tajam di seperempat berjalannya kompetisi. Torehan tujuh gol dari sepuluh pertandingan menjadi bukti nyatanya. Ibarat tenggelam, Carlos langsung terdampar menuju dasar.

Alih-alih bangkit setelah mendapat beberapa ganjaran hukuman, Carlos justru kembali bermasalah. Dia menderita cedera hingga harus absen berpekan-pekan.

Di akhir kompetisi, Carlos hanya mencatatkan 14 penampilan untuk Persela. Torehan golnya pun cuma bertambah satu. Dari 24 pertandingan Persela setelah sepuluh partai awal, Carlos terlibat di empat laga saja. Sisanya, dia menjalani hukuman, bermasalah dengan pelatih, cedera, hingga menepi di bangku cadangan.

Memiliki Carlos di lini depan merupakan jaminan tajamnya perolehan gol suatu klub. Namun di sisi lain, emosi labil sang pemain dapat menjadi kerugian yang amat sulit dihindarkan.

  • Sumber :
Sebarkan:
Terbaru
TERPOPULER