RAMA
Persija.co.id
Andik Rendika Rama Terbiasa Merantau Sejak Kecil
Jumat, 18 Maret 2016 | 23:51     2618 Kali

Untuk mengarungi Piala Bhayangkara dan Indonesia Super Competition (ISC) 2016, Persija Jakarta akan banyak menggunakan tenaga pemain muda berbakat. Salah satu pemain muda potensial yang didatangkan manajemen adalah Andik Rendika Rama.

Tangguh dalam bertahan, serta kuat dalam membantu serangan. Itulah deskripsi singkat tentang potensi yang dimiliki fullback anyar Persija, Andik Rendika Rama. Kemampuan yang dimiliki pemain kelahiran Gresik, 16 Maret 1993, itu memenuhi kriteria sebagai bek muda modern. Di bawah polesan pelatih Paulo Camargo, kemampuannya diprediksi akan terus berkembang.

Bergabungnya Rama ke tim Macan Kemayoran –julukan Persija- tidak terlepas dari peran Iwan Setiawan. Rama merupakan anak didik Iwan saat bermain di Persela Lamongan. Bagi Rama, pria asal Aceh itu tidak hanya sekadar pelatih. Namun juga guru yang memberikan banyak pengetahuan tentang sepak bola. ”Karena itu, saya bersedia ke Persija asal tetap berada dalam pantauan coach Iwan,” tutur Rama.

Keputusan Rama untuk bergabung ke Persija sebenarnya melahirkan sebuah konsekuensi. Yaitu, harus berjauhan dengan keluarga di Gresik. Apalagi, pemain bertinggi 178 sentimeter itu telah bersepakat untuk dikontrak selama dua tahun. Ternyata, berjauhan dengan keluarga tidak membuat semangatnya mengendur. ”Memang ini yang saya harapkan. Merantau untuk mencari pengalaman,” tegasnya.

Demi karir sepak bola profesional, Rama sudah berjauhan dengan keluarga sejak kecil. Pada usia 16 tahun, dia bergabung dengan tim Persebaya Surabaya U-21 pada Indonesia Super League (ISL) U-21 2009. Matang di Persebaya junior, Rama pindah ke Deltras Sidoarjo U-21 pada 2012 hingga 2014. Pada 2015, Rama hijrah ke Persela dan akhirnya bergabung dengan tim ibu kota.

Baginya, merantau tak hanya beroritentasi untuk menggapai karir tertinggi sepak bola profesional. Dalam merantau, Rama juga ingin bisa mendapat banyak teman. Katanya, mumpung masih muda. Hal tersebut kini dirasakan betul di Persija. Rama pun memiliki banyak teman baru. ”Kekeluargaan di sini sangat besar. Para senior mau memberikan wawasan kepada pemain junior,” ucapnya.

Sementara itu, saat ditanya soal persaingan di Persija, Rama memilih untuk merendah. Sebab, di posisinya, terdapat sederet pemain muda berbakat. Antara lain, Vava Mario Yagalo dan Novri Setiawan. Bahkan, bek senior Maman Abdurrahman juga begitu apik saat dipercaya mengawal sisi kiri pertahanan Persija. ”Saya siap bersaing secara sportif,” tutur Rama lantas tertawa.

Di Persija, pemain 22 tahun itu memiliki segudang impian. Satu hal yang utama adalah bisa memberikan prestasi membanggakan bagi Persija. Maklum, sebagai tim besar di Indonesia, Persija sudah lama berpuasa gelar. Persija kali terakhir merengkuh gelar juara Liga Indonesia terjadi pada 2001. Artinya, tim yang sudah sepuluh kali juara di Indonesia itu sudah  15 tahun tidak merengkuh gelar.

Selain itu, Rama ingin kembali berseragam tim nasional Indonesia. Sebelumnya, Rama merupakan pemain timnas U-23 era pelatih Aji Santoso di pentas kualifikasi Piala Asia. Namun, pada kesempatan tersebut, Rama belum mampu membawa tim merah putih berjaya. ”Sejak itu, saya tidak dipanggil pelatih untuk event SEA Games. Itu akan menjadi pemacu saya agar terus berprestasi,” tegas Rama. 

 

  • Sumber :
Sebarkan:
Terbaru
TERPOPULER